terdampar di suatu cafe di Jakarta,
dengan alunan suara klakson kendaraan
dan asap rokok yang menghiasi pemandangan
sore
angin halus menghembuskan
aroma kesendirian dan kegelisahan
ditemani tumpukan kertas putih
fikiran terus menumpuk,
sama sifatnya dengan daun pada musim gugur
yang terus menutupi keinginan untuk berdikari
kopi yang ku pesan hitam gelap,
sama seperti masa depan yang dulu ku hiraukan
namun manis, seakan ada harapan malu
terdampar di suatu cafe di Jakarta,
dengan ayunan suara merdumu
dan kebimbangan yang selalu hadir
sore
fascinating
ReplyDeletejust smoke
ReplyDelete